Langsung ke konten utama

Butuh Keberanian



Zaman sekarang, keberanian berinteraksi kian krisis. Pernah merasa tidak, bahkan ketika sendirian di dalam kamar pun kita sering merasa takut membuka pesan di hanphone. Takut jika dikira tidak ramah karena malas merespon, takut memberikan tanggapan yang berisiko, dan segala alasan lain yang membuat kita enggan membuka pesan chat.  

Jika dipikir-pikir, bukankan keberanian itu sederhana? Mau menanggapi atau tidak sebuah obrolan bukanlah inti dari permasalahan. Sesunggunya keberanian itu ada di pada pertanyaan apakah kita siap dengan tudingan atau judge  dari seorang yang berinteraksi dengan kita. Misal kita terlanjur membuka pesan di gawai, tetapi kita belum menemukan jawaban yang tepat, sesungguhnya itu punt bukan masalah. Ataupun kita tidak ingin terlibat dalam sebuah forum diskusi, itupun juga bukan masalah. Judge orang-orang sekitar bukanlah masalah. Yang menjadikannya masalah bagaimana kita menyikapi hal tersebut sebagai sesuatu yang wajar atau luar biasa. 

sumber gambar: https://www.pexels.com/photo/man-in-brown-jacket-holding-a-book-1049652/

Komentar

Postingan populer dari blog ini

My Superpower

 If you had chosen a superpower, what would you have? I can't tell. Living for a long time is not my dream since I love sleeping very much. A skill to be invisible? I don't think I need it since I don't have any willingness to eavesdrops. And how would you utilize that information you got? I have no idea. Then, I suppose, stopping time is what I want. Since I have wasted it much.  But somehow, I know what my current skill is. It's chasing away people. I am good at ignoring and making them annoyed and leave me. Is it a skill? But is it a skill or a mere weakness? Or you can make it as an excuse: My weakness is my strength, heh. No, honestly, I learn to accept this dark side of mine. Learning and understanding this specific person is a real struggle. And now I realize the gravity of my stupidity. Still, chasing people away by lying is not actually my thing. Will I be punished afterlife for this? I do regret. I was wrong and deeply apologize. Sorry for being childish and d...

Telling a Lie

 I wonder. Why I feel this way. Everything seems messed up. I remember that day, I don't feel right about our relationship. It felt grayish. You message me as if I am someone. But, we progressed nowhere. Perhaps, It was just a play? Or solely a friend? But I don't think that is what a friend supposed to be. Then, I found the easiest way, to cut down our channel by saying I would get married. I didn't like your taste of humor and that stuck relationship. I had a feeling that you too, didn't have any intentions or courage to escalate it into the next level. So I lied. I said that I had found someone, and I would send you an invitation. I asked your address but ended up sending nothing. Because the truth is there is no marriage.  It's been five years, hasn't it? And We completely become stranger. No message sent at all. All is cut off. Do you have any clue that it was a lie? Now, I kind of regret it. I wasn't supposed to tell you a lie. However, I don't hav...

Peringatan

 Seberapa jauh perjalanan yang perlu ditempuh untuk sampai? Ketika memikirkan hal ini, semuanya akan terasa berat. Pikiran, dan hati akan tebebani karena pandangan dipenuhi oleh ribuan langkah yang mesti ditempuh untuk tiba di tujuan. Ada juga yang tidak tahu sama sekali tentang tujuan mereka. Tak tahu kemana melangkah, tiap langkah kecilnya selalu diikuti ketakutan. Hingga kita kadang memutuskan untuk ambil jalan termudah, tidak melakukan apa-apa.  Namun, tidak melakukan apa-apa bukan berarti kamu tidak kemana-mana. Waktu akan menyeret kamu, ke tempat yang sama sekali tidak terprediksi, yang acap kali berupa tempat yang tidak mengenakkan, penyesalan. Tulisan ini adalah peringatan dan juga ajakan untuk diri sendiri yang kerap tak sengaja terlelap dan tak melakukan apapun.  Kalau boleh jujur berpendapat, sepertinya pikiranmu sudah terlalu terkontaminasi oleh keragu-raguan kronis. Ketidakpercayaandirimu sudah terlalu kronis, sepertinya. Bukan tanpa dasar sih, aku bicara dem...