Langsung ke konten utama

Perbanyak Coba-coba Selagi Mahasiswa

Ketika kita benar-benar bisa meresapi betapa berharganya waktu, pastin kita tidak akan melewatkannya. Termasuk kesempatan-kesempatan emas yang ada di dalamnya. Jika diibaratkan sebagai Mario Bross, setiap kesempatan yang kita temui adalah kepingan logam atau jamur pertumbuhan yang mampu membuat kita semakin kuat dan kaya.

Salah satu momen kehidupan yang penuh dengan bonus kesempatan adalah ketika kita menjadi mahasiswa. Saya menyadari betapa berharganya momen-momen ini setelah siang tadi mendapatkan potongan harga pembuatan visa Jepang. Harga normal yang harus dibayarkan untuk membuat visa adalah sekitar setengah juta. Namun rupanya,  harga tersebut tidak berlaku bagi mahasiswa! Saya yang notabene masih menyandang status itu memperoleh potongan hingga lebih dari setengahnya. Saya benar-benar bersyukur atas hal ini.

Pengurusan visa Jepang ini, mungkin hanya satu dari ribuan kesempatan di luar sana yang tersmbunyi. Untuk menguak mereka, dibutuhkan banyak keberanian untuk mencoba. Lagipula, di masa mahasiswa, waktu yang kita miliki juga cukup banyak untuk melakukan itu semua. Daripada digunakan untuk rebahan dan tidur-tiduran, bukankah lebih baik digunakan untuk mencobanya? 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

My Superpower

 If you had chosen a superpower, what would you have? I can't tell. Living for a long time is not my dream since I love sleeping very much. A skill to be invisible? I don't think I need it since I don't have any willingness to eavesdrops. And how would you utilize that information you got? I have no idea. Then, I suppose, stopping time is what I want. Since I have wasted it much.  But somehow, I know what my current skill is. It's chasing away people. I am good at ignoring and making them annoyed and leave me. Is it a skill? But is it a skill or a mere weakness? Or you can make it as an excuse: My weakness is my strength, heh. No, honestly, I learn to accept this dark side of mine. Learning and understanding this specific person is a real struggle. And now I realize the gravity of my stupidity. Still, chasing people away by lying is not actually my thing. Will I be punished afterlife for this? I do regret. I was wrong and deeply apologize. Sorry for being childish and d...

Telling a Lie

 I wonder. Why I feel this way. Everything seems messed up. I remember that day, I don't feel right about our relationship. It felt grayish. You message me as if I am someone. But, we progressed nowhere. Perhaps, It was just a play? Or solely a friend? But I don't think that is what a friend supposed to be. Then, I found the easiest way, to cut down our channel by saying I would get married. I didn't like your taste of humor and that stuck relationship. I had a feeling that you too, didn't have any intentions or courage to escalate it into the next level. So I lied. I said that I had found someone, and I would send you an invitation. I asked your address but ended up sending nothing. Because the truth is there is no marriage.  It's been five years, hasn't it? And We completely become stranger. No message sent at all. All is cut off. Do you have any clue that it was a lie? Now, I kind of regret it. I wasn't supposed to tell you a lie. However, I don't hav...

Peringatan

 Seberapa jauh perjalanan yang perlu ditempuh untuk sampai? Ketika memikirkan hal ini, semuanya akan terasa berat. Pikiran, dan hati akan tebebani karena pandangan dipenuhi oleh ribuan langkah yang mesti ditempuh untuk tiba di tujuan. Ada juga yang tidak tahu sama sekali tentang tujuan mereka. Tak tahu kemana melangkah, tiap langkah kecilnya selalu diikuti ketakutan. Hingga kita kadang memutuskan untuk ambil jalan termudah, tidak melakukan apa-apa.  Namun, tidak melakukan apa-apa bukan berarti kamu tidak kemana-mana. Waktu akan menyeret kamu, ke tempat yang sama sekali tidak terprediksi, yang acap kali berupa tempat yang tidak mengenakkan, penyesalan. Tulisan ini adalah peringatan dan juga ajakan untuk diri sendiri yang kerap tak sengaja terlelap dan tak melakukan apapun.  Kalau boleh jujur berpendapat, sepertinya pikiranmu sudah terlalu terkontaminasi oleh keragu-raguan kronis. Ketidakpercayaandirimu sudah terlalu kronis, sepertinya. Bukan tanpa dasar sih, aku bicara dem...