Hari ini ada reuni. Hubungannya masih ada, dan hangat. Aku yang jadi penonton, merefleksi. Aku yang kerap merasa cemas berada di sekitar orang lain ini, mungkin terlalu banyak berfikir.
Sering aku merasa takut, bagaimana jika sesorang tidak menyukaiku? Bagaimana jika waktunya terbuang sia-sia dengan bersamaku? Bagaimana jika jawabanku tidak sesuai dengan keinginannya? Ketakutan-ketakutan yang menjadikanku tak lagi menikmati waktu bersama. Kadang, membuatku tak lagi authentik, Kecemasan itu, mungkinkah, karena takut ditinggalkan?
Perlahan, kamu musti sadar bahwa mereka yang benar-benar ingin berelasi denganmu, tak pernah keberatan. Terutama jika kamu mau menjadi diri sendiri. Mereka pun akan menemukan frekwensinya. Kalaupun mereka sedang tidak bisa, ataupun tidak cocok, biarkan saja. Mereka punya alasan. Tidakkah kamu juga sering bikin alasan nggak sopan seperti "lagi nggak mood?" Jadi, kenapa harus ambil pusing?
A healthy relationship adalah ketika kamu bisa menerima semua itu tanpa menghakimi. Ketika temanmu memilih teman lain untuk ditemani, ketika orang terdekat memilih pekerjaannya daripada menghadiri acara pentingmu, when your people choose everybody else, but you. Jangan di ambil pusing. Sepanjang kamu memilih dirimu sendiri, kamu nggak pernah perlu yang lain. Sounds lonely?
No, darling. Justru dengan memilih dirimu sendiri, kamu punya kapasitas untuk menjadi partner yang lebih baik. Kamu tahu, reaksi autentikmu adalah yang terbaik, setidaknya bagi dirimu sendiri. Deep down inside, kamu akan bangga karena tidak lagi membohongi diri sendiri. Karena kamu tidak bisa benar-benar tulus kepada orang lain jika kamu masih membohongi diri sendiri.
No, darling. Justru dengan memilih dirimu sendiri, kamu punya kapasitas untuk menjadi partner yang lebih baik. Kamu tahu, reaksi autentikmu adalah yang terbaik, setidaknya bagi dirimu sendiri. Deep down inside, kamu akan bangga karena tidak lagi membohongi diri sendiri. Karena kamu tidak bisa benar-benar tulus kepada orang lain jika kamu masih membohongi diri sendiri.
The day gets darker, I took some pictures of them. And this time I am more comfortable to give them compliment and count down, even though the pictures are not all good.
Ya, katanya sih yang penting Pede. Sisanya, mari kita terima kritik dengan lapang dada sambil tersenyum.