Langsung ke konten utama

INI YANG MENGHALANGI KAMU MEREALISASIKAN IDE BRILIAN, KETAHUI PENYEBABNYA


freepik.com/@cookie_studio

Suatu hari kamu menemukan sebuh ide brilian, mungkin ide bahan skripsi, ide bikin start up, atau yang lain. Kamu yakin, ide itu bakal excellent banget kalau bisa direalisasikan sehingga bisa bikin kamu berkontribusi mengubah dunia, misalnya. Namun hari demi hari berlalu, kamu hanya stuck pada ide yang bercokol di otak. Dan kamu bingung sendiri, sebenarnya apa yang bikin kamu ragu untuk merealisasikannya. Menurut Mark Sanborn, berikut adalah tiga dari beberapa hal kenapa kamu menahan ide itu.


1. TAKUT GAGAL
Takut gagal, merupakan alasan yang cukup sering menghalangi orang mewujudkan idenya. Tentu saja, akan ada banyak hal terjadi di luar rencana ketika kita bertindak. Kamu bisa saja gagal. Sebaliknya, jika kamu tidak bergerak, tidak akan gagal. Dan tidak akan meraih apapun. Sukses bukan hal yang pasti, tetapi dengan kegagalan itu kamu bisa banyak belajar. Dari kegagalan itu kamu bisa mencoba lagi dan lagi, hingga kamu menjadi tahu apa yang salah. Maka tidak heran ada yang menyebutkan bahwa orang yang sukses adalah orang yang banyak mengalami kegagalan. 

2. MENYAMAKAN BERBICARA DENGAN MENGAMBIL TINDAKAN
Setelah kamu mendapati ide brilian menyala dari pikiranmu, kamu mulai berani mendiskusikannya dengan teman di sekitarmu. Rupanya teman-teman kamu menganggap ide itu bagus, dan kamu kian bersemangat membicarakannya. Kalian mendiskusikan ide itu, hingga membuat pertemuan mingguan. Kamu nggak sadar, kalua diskusi tidak membawa perubahan apa-apa. Bahwa diskusi sebenarnya hanyalah pendahuluan dari tindakan atau aksi. Ya, bahasan ide brilian hingga berbusa-busa tanpa adanya aksi sama saja nonsense. Istilahnya sih “omdo” alias omong doang.

3. DILUMPUHKAN OLEH ANALISIS
Untuk mengurangi risiko, setiap tindakan memang memerlukan analisis. Tapi terkadang hal ini bisa menjadi penghalang untuk kamu bertindak lebih lanjut. Daripada disibukkan oleh analisis yang berlebihan dan cenderung tidak diperlukan, akan labih baik kamu segera mengambil inisiatif. Ketika kamu belum yakin bahwa informasi cukup, kamu harus menanyakan kembali apa yang perlu ditambahkan. Tanyakan juga apakah hal itu memberikan kualitas dan pengaruh yang baik pada ide yang akan kamu laksanakan nantinya. Kalau nggak ada nilai tambahnya, cukupkan saja dan mulailah bertindak.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

My Superpower

 If you had chosen a superpower, what would you have? I can't tell. Living for a long time is not my dream since I love sleeping very much. A skill to be invisible? I don't think I need it since I don't have any willingness to eavesdrops. And how would you utilize that information you got? I have no idea. Then, I suppose, stopping time is what I want. Since I have wasted it much.  But somehow, I know what my current skill is. It's chasing away people. I am good at ignoring and making them annoyed and leave me. Is it a skill? But is it a skill or a mere weakness? Or you can make it as an excuse: My weakness is my strength, heh. No, honestly, I learn to accept this dark side of mine. Learning and understanding this specific person is a real struggle. And now I realize the gravity of my stupidity. Still, chasing people away by lying is not actually my thing. Will I be punished afterlife for this? I do regret. I was wrong and deeply apologize. Sorry for being childish and d...

Telling a Lie

 I wonder. Why I feel this way. Everything seems messed up. I remember that day, I don't feel right about our relationship. It felt grayish. You message me as if I am someone. But, we progressed nowhere. Perhaps, It was just a play? Or solely a friend? But I don't think that is what a friend supposed to be. Then, I found the easiest way, to cut down our channel by saying I would get married. I didn't like your taste of humor and that stuck relationship. I had a feeling that you too, didn't have any intentions or courage to escalate it into the next level. So I lied. I said that I had found someone, and I would send you an invitation. I asked your address but ended up sending nothing. Because the truth is there is no marriage.  It's been five years, hasn't it? And We completely become stranger. No message sent at all. All is cut off. Do you have any clue that it was a lie? Now, I kind of regret it. I wasn't supposed to tell you a lie. However, I don't hav...

Peringatan

 Seberapa jauh perjalanan yang perlu ditempuh untuk sampai? Ketika memikirkan hal ini, semuanya akan terasa berat. Pikiran, dan hati akan tebebani karena pandangan dipenuhi oleh ribuan langkah yang mesti ditempuh untuk tiba di tujuan. Ada juga yang tidak tahu sama sekali tentang tujuan mereka. Tak tahu kemana melangkah, tiap langkah kecilnya selalu diikuti ketakutan. Hingga kita kadang memutuskan untuk ambil jalan termudah, tidak melakukan apa-apa.  Namun, tidak melakukan apa-apa bukan berarti kamu tidak kemana-mana. Waktu akan menyeret kamu, ke tempat yang sama sekali tidak terprediksi, yang acap kali berupa tempat yang tidak mengenakkan, penyesalan. Tulisan ini adalah peringatan dan juga ajakan untuk diri sendiri yang kerap tak sengaja terlelap dan tak melakukan apapun.  Kalau boleh jujur berpendapat, sepertinya pikiranmu sudah terlalu terkontaminasi oleh keragu-raguan kronis. Ketidakpercayaandirimu sudah terlalu kronis, sepertinya. Bukan tanpa dasar sih, aku bicara dem...