Langsung ke konten utama

Efek Samping Kambing Hitam

 Kepala terasa agak berat. Mungkinkah ini dampak dari konsumsi daging yang mulai melebihi ambang batas? Ataukah karena aktivitas fisik yang kurang? Bisa jadi dua-dauanya dan aku tak ingin nantinya menjadi hambatan dalam beraktivitas. Kurasa aku harus mulai mengatu pola hidupku dengan kesadaran penuh. 

Visi itu seperti timbul tenggelam dalam hati. Kadang tampak jelas, namun tak jarang tersaput halimun membuatnya terlihat muram. Terutama jika suatu hari aku terlalu terekspos oleh galeri pencapaian di mesia sosial. Seolah aku telah kalah dalam maraton. Namun, kegelisahan ini tak terlalu terasa ketika aku membiarkan diri fokus berada di masa sekarang. Beberapa saat lalu, ketika aku menghadap Tuhan, aku merasa sesaat bahwa keberadaanku di dunia ini begitu magis dan mengharukan. Entah apa, mungkin karena memang kekerdilan ini akan terasa nyata saat kita berada dalam kesadaran penuh.  Di saat yang sama, aku merasa kedamaian yang tak ada duanya. 

Namun sayangnya, sensasi itu hanya sesaat lalu. Kemudian berlalu seiring pikiran yang mendikte, ingin terburu-buru. Padahal jika dipikir-pikir. Yang ia diktekan itu tak lain adalah arus deras informasi dari gawai. Tak terlalu penting, jika dipikir-pikir lagi. Di tahap ini, aku merasa harus mulai mengurangi porsi screentime agar tak turut menjadi korban FOMO. Aku ingin lebih bersabar dengan proses yang tengah kutempuh, menghargai sekecil apapun pencapaian itu. Dan memberikannya apresiasi.

Postingan populer dari blog ini

Uncertainty

How do you get used to this feeling? The feeling of uncertainty, the feeling of fear of unknown. Rasanya ingin menghindar ketika dihadapkan dalam situasi ini. Namun, dibalik ketidaknyamanannya, this uncertainty feeling sometimes hides a treasure. This feeling has been with me since the afternoon. Aku mulai mengidentifikasi perasaan tidak nyaman ini sebagai ketakutanku jika tidak bisa mempresentasikan materi dengan baik. Padahal, ketika kuliah, perasaan ini adalah teman yang tiap hari menyapa. Di situasi semacam ini, aku perlu menjustifikasi banyak hal, menjelaskan berbagai macam hal termasuk cara kerja dunia dan pikiran orang lain untuk menenangkan diri. Aku juga mencoba untuk membelah diri, mencoba menjadi pengamat atas diriku yang sedang gelisah. Pengamat yang tak menghakimi, memvalidasinya, dan menghiburnya bahwa perasaan ini sungguh hal wajar, dan terkadang,sisi baiknya,  membuatku menyadari bahwa aku manusia.  Risiko orang overthinking, barangkali. Aku tengah berusaha men...