Ramai kepala ini. Ribuan ide menyerbu kalap. Ini atau itu? Oh setelah ini ada a, b, c, d, e... Ah, yang ini nanti saja, karena yang itu tampak menarik. Oh, ada lagi yang baruu, yang itu kapan-kapan saja, ya. Ada kalanya seperti ini, sampai si penasihat memberi ide. Bagaimana kalau kita tulis dulu saja, wahai tuan Putri? Oh, ide bagus, penasihatku! Dan kepala ini terasa lebih ringan. Wkwk.
Thanks, my dear self-advisor. Kepala ini memang basically tidak digunakan untuk menyimpan ide. Jadi menulis selalu menjadi coping mechanism. Gimana ya, nobody had any capacity to listen to my emotional voice anyway. Jadi, biarkan tulisan terus menjadi tempat untuk vent my emotion. Somehow, menulis membuatku stay waras, jadi, ya Alhamdulillah.
Diiringi dengan backsound Princess' Waltz, mood kali ini sedang cukup baik. Mari kita jaga, sebelum rusak. Kalau dipikir-pikir, apa yang merusak mood? Salah satunya adalah main Mobile Legend.