Langsung ke konten utama

Mari tidak Kehilangan Diri Sendiri

 Ramai kepala ini. Ribuan ide menyerbu kalap. Ini atau itu? Oh setelah ini ada a, b, c, d, e... Ah, yang ini nanti saja, karena yang itu tampak menarik. Oh, ada lagi yang baruu, yang itu kapan-kapan saja, ya. Ada kalanya  seperti ini, sampai si penasihat memberi ide. Bagaimana kalau kita tulis dulu saja, wahai tuan Putri? Oh, ide bagus, penasihatku! Dan kepala ini terasa lebih ringan. Wkwk.

Thanks, my dear self-advisor. Kepala ini memang basically tidak digunakan untuk menyimpan ide. Jadi menulis selalu menjadi coping mechanism. Gimana ya, nobody had any capacity to listen to my emotional voice anyway. Jadi, biarkan tulisan terus menjadi tempat untuk vent my emotion. Somehow, menulis membuatku stay waras, jadi, ya Alhamdulillah.

Diiringi dengan backsound Princess' Waltz, mood kali ini sedang cukup baik. Mari kita jaga, sebelum rusak. Kalau dipikir-pikir, apa yang merusak mood? Salah satunya adalah main Mobile Legend. 

Postingan populer dari blog ini

Uncertainty

How do you get used to this feeling? The feeling of uncertainty, the feeling of fear of unknown. Rasanya ingin menghindar ketika dihadapkan dalam situasi ini. Namun, dibalik ketidaknyamanannya, this uncertainty feeling sometimes hides a treasure. This feeling has been with me since the afternoon. Aku mulai mengidentifikasi perasaan tidak nyaman ini sebagai ketakutanku jika tidak bisa mempresentasikan materi dengan baik. Padahal, ketika kuliah, perasaan ini adalah teman yang tiap hari menyapa. Di situasi semacam ini, aku perlu menjustifikasi banyak hal, menjelaskan berbagai macam hal termasuk cara kerja dunia dan pikiran orang lain untuk menenangkan diri. Aku juga mencoba untuk membelah diri, mencoba menjadi pengamat atas diriku yang sedang gelisah. Pengamat yang tak menghakimi, memvalidasinya, dan menghiburnya bahwa perasaan ini sungguh hal wajar, dan terkadang,sisi baiknya,  membuatku menyadari bahwa aku manusia.  Risiko orang overthinking, barangkali. Aku tengah berusaha men...