Ada, seseorang yang begitu muak dengan hidupnya karena setiap harapan yang digenggamnya patah. Jika ditanya apa sebabnya tentu saja kenyataan. Dunia ini begitu berbeda dari apa yang diproyeksikan dalam pikiran. Hatinya yang berkali-kali patah dan diperban tak pernah sembuh. Sebab setiap hendak mengering, lagi ia patah. Mungkin sebentar lagi akan mengeras, beku sudah. Hingga semua yang ia pandang menarik, tidak lagi punya alasan. Kenapa dunia ini begitu dingin?
Setiap harinya luka itu meneteskan darah. Ia menjaganya sendiri, menahannya dengan tangan. Tak akan ada yang menolong. Setetes lagi kemudian hari, dan demikian hingga puluhan tahun berlalu. Darah itu tak pernah mengering, melainkan terakumulasi layaknya air bah yang menunggu meluncur ke lereng. Lagi, tidak ada yang menolong. Ia sendirian, putus asa, dan kedinginan.
Aku yang menyaksikannya, sayangnya tidak maampu berbuat apapun. Hanya pernah suatu kali kutanya. Adakah hal yang diinginkannya? Ia menggeleng. Ah, ada. Aku ingin jalan keluar. Pintu evakuasi. Adakah pintu evakuasi yang bisa mengantarkanku keluar dari dunia ini?
Komentar
Posting Komentar