Langsung ke konten utama

Berdamai dengan Penderitaan

Mengubah diri, berarti kamu harus siap untuk meninggalkan identitas dirimu yang lama. Label-label yang telah lama tersemat di lehermu, yang membentuk ego. Yang tanpanya,  kamu akan merasa bukan kamu adalah hal yang harus siap kamu tinggalkan. Masa transisi ini mungkin akan menjadi fase yang sulit. Ada masa di mana kamu kehilangan diri. Maka kesadaran bahwa masa transisi itu adalah sementara adalah bagian penting untuk menjadi karakter yang baru. Dan bagaimana cara untuk melewatinya? Mungkin dengan menikmatinya. Menikmati penderitaan. 
Namun kemudian, penderitaan sendiri adalah relatif. Penderitaan terjadi ketika kita mengidentikkan suatu hal dengan emosi negatif, entah itu kesedihan, kemarahan, atau yang lain. Maka yang perlu diingatkan setiap kali hal yang buruk atau tidak diinginkan terjadi adalah bahwa setiap kejadian adalah wajar. Tidak perlu berlebihan mencurahkan emosi terhadap sesuatu yang tidak berjalan sesuai rencana. Sebab melayani semua itu dengan kemarahan dan kesedihan itu jauh lebih melelahkan. Semua akan berlalu, demikian halnya dengan permasalahan yang dihadapi saat ini. 
Sebab pada akhirnya sebahagia apapun seseorang, akan ada derita yang musti dilewati. Mungkin yang paling umum adalah ditinggalkan, sebab semua orang pada akhirnya akan ditenggati oleh waktu. Jadi mari mulai berdamai dengan berbagai derita, atau mungkin bisa kau sebut dengan ujian? Derita level mudah hingga sulit, bagaimana jika kamu mulai memberi mereka salam? Alih-alih mengeluhkannya atau mengumpatinya dengan serapah? 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

My Superpower

 If you had chosen a superpower, what would you have? I can't tell. Living for a long time is not my dream since I love sleeping very much. A skill to be invisible? I don't think I need it since I don't have any willingness to eavesdrops. And how would you utilize that information you got? I have no idea. Then, I suppose, stopping time is what I want. Since I have wasted it much.  But somehow, I know what my current skill is. It's chasing away people. I am good at ignoring and making them annoyed and leave me. Is it a skill? But is it a skill or a mere weakness? Or you can make it as an excuse: My weakness is my strength, heh. No, honestly, I learn to accept this dark side of mine. Learning and understanding this specific person is a real struggle. And now I realize the gravity of my stupidity. Still, chasing people away by lying is not actually my thing. Will I be punished afterlife for this? I do regret. I was wrong and deeply apologize. Sorry for being childish and d...

Telling a Lie

 I wonder. Why I feel this way. Everything seems messed up. I remember that day, I don't feel right about our relationship. It felt grayish. You message me as if I am someone. But, we progressed nowhere. Perhaps, It was just a play? Or solely a friend? But I don't think that is what a friend supposed to be. Then, I found the easiest way, to cut down our channel by saying I would get married. I didn't like your taste of humor and that stuck relationship. I had a feeling that you too, didn't have any intentions or courage to escalate it into the next level. So I lied. I said that I had found someone, and I would send you an invitation. I asked your address but ended up sending nothing. Because the truth is there is no marriage.  It's been five years, hasn't it? And We completely become stranger. No message sent at all. All is cut off. Do you have any clue that it was a lie? Now, I kind of regret it. I wasn't supposed to tell you a lie. However, I don't hav...

Peringatan

 Seberapa jauh perjalanan yang perlu ditempuh untuk sampai? Ketika memikirkan hal ini, semuanya akan terasa berat. Pikiran, dan hati akan tebebani karena pandangan dipenuhi oleh ribuan langkah yang mesti ditempuh untuk tiba di tujuan. Ada juga yang tidak tahu sama sekali tentang tujuan mereka. Tak tahu kemana melangkah, tiap langkah kecilnya selalu diikuti ketakutan. Hingga kita kadang memutuskan untuk ambil jalan termudah, tidak melakukan apa-apa.  Namun, tidak melakukan apa-apa bukan berarti kamu tidak kemana-mana. Waktu akan menyeret kamu, ke tempat yang sama sekali tidak terprediksi, yang acap kali berupa tempat yang tidak mengenakkan, penyesalan. Tulisan ini adalah peringatan dan juga ajakan untuk diri sendiri yang kerap tak sengaja terlelap dan tak melakukan apapun.  Kalau boleh jujur berpendapat, sepertinya pikiranmu sudah terlalu terkontaminasi oleh keragu-raguan kronis. Ketidakpercayaandirimu sudah terlalu kronis, sepertinya. Bukan tanpa dasar sih, aku bicara dem...